Kamis, 21 Mei 2015

Menristek: uang kuliah tunggal jangan sampai rugikan mahasiswa

Membaca tulisan di http://www.antaranews.com/berita/486514/menristek-uang-kuliah-tunggal-jangan-sampai-rugikan-mahasiswa

| 5.420 Views
Menristek: uang kuliah tunggal jangan sampai rugikan mahasiswa
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Natsir (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Bengkulu (ANTARA News) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan bahwa sistem uang kuliah tunggal (UKT) jangan sampai merugikan mahasiswa apalagi hingga membuat mahasiswa terpaksa mengundurkan diri dari kampus.

"Jangan sampai merugikan mahasiswa, harus dicari solusinya," kata Menteri Ristek dan Dikti Mohamad Nasir di Bengkulu, Sabtu, saat temu wicara dengan sejumlah akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Universitas Bengkulu.

Hal itu disampaikannya menanggapi anggota Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) Universitas Bengkulu yang menyebutkan empat orang rekan mereka dari Fakultas Isipol terpaksa mengundurkan diri karena tidak mampu membayar uang kuliah.

"Harus duduk bersama dan dicari solusinya, bisa ditanggulangi dengan sistem lain kalau memang benar-benar tidak mampu," kata Mohammad Nasir.

Ia mengakui telah menerima keluhan dari mahasiswa tentang sistem UKT, namun sebagian besar dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Menurutnya, sistem UKT justru membantu mahasiswa yang berlatar belakang keluarga kurang mampu.

Selain itu, universitas juga diwajibkan menerapkan program bidik misi atau pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang berasal dari kalangan berpendapatan rendah.

Sebelumnya Ketua Forum Kader Peduli Kampus Universitas Bengkulu Andi Wiji saat menyampaikan aspirasi mereka ke Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu pada Selasa (17/3) meminta pemerintah mengkaji ulang sistem UKT.

Sejak sistem itu diberlakukan di Universitas Bengkulu mulai 2012,  menurut Wiji, banyak keluhan dari para mahasiswa tentang sistem pembayaran uang kuliah tersebut.

"Kami melihat tidak ada transparansi dari pihak kampus tentang penerapan UKT di Universitas Bengkulu," ujar dia.

Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi mengatakan segera menggelar pertemuan dengan perwakilan mahasiswa untuk membahas aspirasi mereka tentang UKT.

"Dalam waktu dekat kami akan mengundang semua pihak yang bersangkutan untuk memperjelas masalah ini," katanya.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menurut saya salah satu solusinya adalah Setiap Kampus harus menyediakan informasi yang dibutuhkan calon mahasiwa seperti ini:

Bila calon Mahasiswa Baru telah mengetahui besar UKT yang harus dibayarnya, pada Program Studi tertentu di Perguruan Tinggi Tertentu, mungkin akan mengalihkannya ke Program studi dan perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan membayarnya.

Dengan memilih Program Studi di Perguruan Tinngi tertentu sesuai dengan kemampuan membayar, akan menurunkan tingkat Keluhan UKT mahasiswa, sehingga akan menurunkan angka Demo, juga akan terjalin hubungan yang damai lagi dilingkungan kampus, dan akan meningkatkan kewibawaan kampus itu sendiri.
Juga tingkat pengundiri sebagai mahasiswa akan menurun...

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar