Sabtu, 16 Mei 2015

Kehidupan sehari-hari adalah sumber insfirasi tulisanku.
Disetiap akhir semester, aku selalu dibuat puyeng dengan namanya UKT, UANG KULIAH TUNGGAL.
Sekarang Semester 4 sudah hampir berakhir, PENGUMUMAN tentang pembayaran UKT telah keluar, ini cupplikannya.
Dalam hati selalu bertanya. Kenapa anak I dapat UKT Rp 5.200.000, kenapa anak II dapat UKT Rp. 4.200.000,-. Anak I di Program Studi Kimia dan anak II di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro.
Setelah browsing kesana kemari Cuma UGM yang ada Bukti Fisiknya ini dia, munkin yang lainnya belum ketemu.

Ternyata di UGM untuk yang berpenghasilan lebih dari 2jt sampai 3.5 jt adalah Rp 4.250.000,-(S1 Kimia) karena saat mendaftar gaji tetap saya sekita Rp. 2.500.000,-. Di UGM lebih murah Rp. 950.000.,- dan ini linknya mudah-mudah saat anda membaca masih ada UKT UGM Untuk anak nomor 2 Program Studi Pendidikan Teknik Elektro S1 belum menemukan bukti fisik sebagai bahan perbandingan.
Terkadang hati merasa sedih melihat anak pulang membarikan les privat mengerjakan tugas sampai ketiduran, terkadang setelah tugas selesai harus dikirim via internet, tidak terkirim-terikim karena internetnya lambat.
Terkdang hati merasa sedih melihat anak, saat cuaca hujan pergi untuk mengajar les piivat. Ya itulah hikmah yang didapat bila "besar pasak dari pada tiang".
Nanti sambung lagi sekarang mau jemput dulu anak di sekitar Mesjid Daarut Tauhid pulang pelatihan dari Lembang. Oh..ya anak satu lagi, lagi di Salman ITB, katanya sih kegiatan PAS ITB. daah dulu, kalau ada yg baca.
Di dramatisir dikit, biar sedikt menarik perhatian pembaca....
Ditengah kegalauan memikirkan UKT yang harus lunas tgl 25 Juni 2015, muncul masalah baru. Anak ke tiga harus masuk SMA. Mungkin Uang Bangunan sekarang sekitar Rp. 8.000.000,- terus Uang seragam mungkin 1 juta, terus SPP sekitar Rp 300.000,-. Haduh....uang dari mana?....

ini cuplikan Tabel UKT di universitas tempat anak kuliah, tidak ada tabel pengasilan spserti di atas
Kalaulah ada sumber referensi akan dapat UKT Rp. 5.200.000, dan 4.200.000, dua anak saya akan suruh untuk megikuti Pendidikan Vokasi D3 untuk level ekonomi yang sama UKTnya 2.600.000,- di Bandung....
Kesimpulan tidak adanya sumber referensi UKT, menghambat pendidikan, menghambat untuk meraih prestasi yang maksimal....
Hikmahnya Mahasiswa berusaha mecari uang.sendiri dengan mengajar (memberi les) dan menjadi pengalaman serta kebiasaan sampai kelak lulus.....

Dalam hati ini betanya-tanya, kenapa banyak Perguruan Tinggi Negeri Tidak mencantumkan/mempublikasikan Tabel/Daftar Kelompok vs Penghasilan, apa susahnya? tinggal copy dan pasteu di web.
Untuk keluarga seperti saya itu sangat penting.... Referensi seperti UGM yang awalnya hanya bisa mengkuliahkan satu anak menjadi bisa mengkuliah dua anak,. dan menyekolahkan 1 anak lagi masuk SMA.

Kenapa, sih UGM bisa menampilkan Tabel Pengelompokan UKT VS Penghasilan, sementara yang lain engga?
Ternyata, setelah browsing dengan kata UNIVERSITAS TERBAIK DI INDONESIA. UGM adalah Universitas Terbaik di Indonesia. ini linknya dan cuplikan Tabelnya

Saya juga sih setuju menempatkan UGM di posisi Universitas terbaik. Pertama Informasi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan untuk keluarga seperti saya ada. Tapi mungkin untuk angkatan 2013-2014 belum ada. Membandingkan Besar UKT di Universitas tempat anak saya kuliah dangan UGM pada program studi dan jenjang pendidikan yang relatip sama lebih murah, untuk level ekonomi yang sama.

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar