Terinpirasi olleh iklan OKEZON.COM
"Cerita kehidupan adalah inspirasi untuk setiap tulisan saya,
untuk memenangkan persaingan butuh banyak sumber referensi, informasi
diperlukan untuk mendukung teori yang saya pelajari , informasi diperlukan
untuk memprediksi konsumen dan pasar, spotifitas membutuhkan stragtegi. Okezon
dot com generasi masa depan. Yu okezon, saya okezone"
Dihubungkan dengan pengalaman pribadi INFORMASI SANGAT PENTING UNTUK GENERASI MASA DEPAN.
Tahun 2013 adalah tahun kelabu untuk Calon Mahasiswa Baru angkatan 2013-2014 yang terlahir dari keluarga banyak tanggungan. Informasi mengenai UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang diberikan oleh Perguruan, juga untuk menggali informasi mengenai Uang kuliah Tunggal dari Mahasiswa lama tidak ada sama sekali karena sistem sudah berbeda.
Seperti yang kualami, kemana dua-anak harus melanjutkan Pendidikan, Perguruan Tinggi mana yang paling murah. Saat itu tidak ada referensi mengenai UKT sama sekali yang ada hanya referensi mengenai SPP dan Uang Bangunan mahasiswa sebelumnya.
Mata ini berbinar-benar, hati dipenuhi rasa gembira saat mendengar isu besarnya UKT sesuai dengan "Kemampuan Ekonomi Keluarga". Namun saat meng-klik di-WEB PTN bersangkutan UKT anak kesatu Rp. 5.200.000,-. UKT anak kedua Rp. 4.300.00,- pada saat itu gsji tidak lebih dari 3 juta. Badan rasanya lemah lunglai, air mata tidak terasa mengalir dipipi.
Seandainya saat itu semua Perguruan Tinggi terutama di Bandung memberikan Informasi yang memadai seperti UGM, saat in. Disini ada pengelompokan penghasil seperti:
dan ada besarnya Uang Kuliah Tunggal sesuai dengan Proram Studi dan Kelompok Penghasilan seperti:
Misalkan saya berpenghasilan lebih dari Rp. 2.000.000 dan dibawah atau sama dengan Rp. 3.500.000,- maka saya termasuk kelompok UKT3, dan misalkan anak saya mimilih Program Studi Kimia maka UKT anak saya jatuh pada anggka Rp. 4.250.000,-
Sayang, pada umumnya Pergurun Tinggi Negeri tidak menyajikan informasi seperti ini. Informasi seperti ini untuk keluarga seperti saya sangat penting sekali, Saya akan memilih Perguruan Tinggi Negeri Termurah juga terdekat di Bandung sehingga anak ketigapun dapat memilih SMA lebih leluasa, tidak perlu memilih SMA yang gratis.yang tahun ini Lulus SMP dan harus melanjutkan ke SMA
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Dihubungkan dengan pengalaman pribadi INFORMASI SANGAT PENTING UNTUK GENERASI MASA DEPAN.
Tahun 2013 adalah tahun kelabu untuk Calon Mahasiswa Baru angkatan 2013-2014 yang terlahir dari keluarga banyak tanggungan. Informasi mengenai UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang diberikan oleh Perguruan, juga untuk menggali informasi mengenai Uang kuliah Tunggal dari Mahasiswa lama tidak ada sama sekali karena sistem sudah berbeda.
Seperti yang kualami, kemana dua-anak harus melanjutkan Pendidikan, Perguruan Tinggi mana yang paling murah. Saat itu tidak ada referensi mengenai UKT sama sekali yang ada hanya referensi mengenai SPP dan Uang Bangunan mahasiswa sebelumnya.
Mata ini berbinar-benar, hati dipenuhi rasa gembira saat mendengar isu besarnya UKT sesuai dengan "Kemampuan Ekonomi Keluarga". Namun saat meng-klik di-WEB PTN bersangkutan UKT anak kesatu Rp. 5.200.000,-. UKT anak kedua Rp. 4.300.00,- pada saat itu gsji tidak lebih dari 3 juta. Badan rasanya lemah lunglai, air mata tidak terasa mengalir dipipi.
Seandainya saat itu semua Perguruan Tinggi terutama di Bandung memberikan Informasi yang memadai seperti UGM, saat in. Disini ada pengelompokan penghasil seperti:
dan ada besarnya Uang Kuliah Tunggal sesuai dengan Proram Studi dan Kelompok Penghasilan seperti:
Misalkan saya berpenghasilan lebih dari Rp. 2.000.000 dan dibawah atau sama dengan Rp. 3.500.000,- maka saya termasuk kelompok UKT3, dan misalkan anak saya mimilih Program Studi Kimia maka UKT anak saya jatuh pada anggka Rp. 4.250.000,-
Sayang, pada umumnya Pergurun Tinggi Negeri tidak menyajikan informasi seperti ini. Informasi seperti ini untuk keluarga seperti saya sangat penting sekali, Saya akan memilih Perguruan Tinggi Negeri Termurah juga terdekat di Bandung sehingga anak ketigapun dapat memilih SMA lebih leluasa, tidak perlu memilih SMA yang gratis.yang tahun ini Lulus SMP dan harus melanjutkan ke SMA
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar